Things Like That

You read so you know you are not alone, I saw that once. And the more specific my keywords are, the more I’m sure that sentence is true. I am not the only one with those thoughts, I have many soul-mind-mate out there, and we are reaching out one another with all these ways. I like that.

Sometimes, I think about those people when I read their words. What kind of life they’re living? Is the experience that leads them to the writing I read is similar to mine or if not, why does it lead us to the same realization? Things like that. And I can’t help but imagine for the possible answers. It gives me this dilemma kind of feeling; like I want to know them, but I don’t want to know them.

Tonight, perhaps with some mood that midnight rain brings, my mind are going somewhere else this time with those thoughts.

Well, if you read so you know you are not alone, what are you trying to find out by writing?

And I found this.

20180119_203028.png

Even when I don’t know what I am doing with mine.

Advertisements

So You Say

Hope’s a thing so easily outgrown.
I’d shuffle off these mortal chains.

Still, it’s nobody’s problem.
Nobody’s problem.
It’s nobody’s problem but my own.

It’s not like me to be unkind, just no surprise if love is blind.

Still, it’s nobody’s problem.

Nobody’s Problem — Jens Kuross

Kau Boleh Tidak Sanggup

Suaramu memberat pada sebuah kata. Itu memaksakan suatu pemahaman di kepalaku yang berputar dalam pertanyaan yang tak pernah ada. Kau tak perlu bercerita jika sudah kau lepaskan begitu banyak kisah pada nada yang kau paksa diam.

Kau begitu keras kepala agar tak perlu terlibat. Tapi kau tidak sedang membodohi siapapun kecuali dirimu sendiri. Mengabaikan hal-hal normal tidak akan membuatmu terlepas dari hukumnya yang pasti akan pengulangan. Dan kau terlalu percaya diri, mengira bahwa tak mengaku tidak akan menyakiti siapa-siapa. Kau lupa, mengenali seseorang akan selalu memiliki resiko. Continue reading “Kau Boleh Tidak Sanggup”

Dini Hari Lagi, Payah!

Kau hanya mengharapkan satu hal, tapi kau benci menunggu. Berbagai macam pikiran datang, perkiraan-perkiraan, dan skenario yang memungkinkan, semuanya begitu masuk akal; pada saat yang bersamaan, sangat tidak masuk akal. Rasanya ada yang salah, atau semuanya benar-benar benar. Tapi tidak ada yang bisa digunakan untuk memastikan apa-apa. Selain bayangan, atau kenangan. Sayangnya, ketika di hadapkan pada harapan-harapan yang kau punya, semua itu tidak lagi cukup.

Bicara dalam Hati

Ada kalanya, kau kehilangan kata-kata.

Bukan karena tidak punya sesuatu untuk dikatakan, tapi karena tidak tahu harus bagaimana mengatakannya. Jika tidak punya sesuatu yang baik untuk dikatakan, jangan mengatakan apa-apa. Begitu kata orang-orang bijak.

Diam bisa menjadi semacam emas, jika dilakukan demi sebuah kebusukan yang dipilih untuk tidak diungkapkan. Setidaknya, ada yang begitu. Diam tidak menyelesaikan apa-apa, tentu saja. Tapi diam kadang, mengajarkan lebih banyak daripada kata-kata. Keheningan biasa membuat orang berpikir. Continue reading “Bicara dalam Hati”