Kau Boleh Tidak Sanggup

Suaramu memberat pada sebuah kata. Itu memaksakan suatu pemahaman di kepalaku yang berputar dalam pertanyaan yang tak pernah ada. Kau tak perlu bercerita jika sudah kau lepaskan begitu banyak kisah pada nada yang kau paksa diam.

Kau begitu keras kepala agar tak perlu terlibat. Tapi kau tidak sedang membodohi siapapun kecuali dirimu sendiri. Mengabaikan hal-hal normal tidak akan membuatmu terlepas dari hukumnya yang pasti akan pengulangan. Dan kau terlalu percaya diri, mengira bahwa tak mengaku tidak akan menyakiti siapa-siapa. Kau lupa, mengenali seseorang akan selalu memiliki resiko. Continue reading “Kau Boleh Tidak Sanggup”

Advertisements

Dini Hari Lagi, Payah!

Kau hanya mengharapkan satu hal, tapi kau benci menunggu. Berbagai macam pikiran datang, perkiraan-perkiraan, dan skenario yang memungkinkan, semuanya begitu masuk akal; pada saat yang bersamaan, sangat tidak masuk akal. Rasanya ada yang salah, atau semuanya benar-benar benar. Tapi tidak ada yang bisa digunakan untuk memastikan apa-apa. Selain bayangan, atau kenangan. Sayangnya, ketika di hadapkan pada harapan-harapan yang kau punya, semua itu tidak lagi cukup.

Bicara dalam Hati

Ada kalanya, kau kehilangan kata-kata.

Bukan karena tidak punya sesuatu untuk dikatakan, tapi karena tidak tahu harus bagaimana mengatakannya. Jika tidak punya sesuatu yang baik untuk dikatakan, jangan mengatakan apa-apa. Begitu kata orang-orang bijak.

Diam bisa menjadi semacam emas, jika dilakukan demi sebuah kebusukan yang dipilih untuk tidak diungkapkan. Setidaknya, ada yang begitu. Diam tidak menyelesaikan apa-apa, tentu saja. Tapi diam kadang, mengajarkan lebih banyak daripada kata-kata. Keheningan biasa membuat orang berpikir. Continue reading “Bicara dalam Hati”

You

Hi there.

I hope you know that the reason I write this to you because I feel like I can talk to you. If I think otherwise, I wouldn’t be here, sitting with my cold tea to spend time arranging words for you to read. There is a reason I know that I can talk to you, and I know that you can at least guessed what it might be.

I won’t talk to you in person, though. My life is so full of irony already. Adding you in it wouldn’t make it so funny. Continue reading “You”

Di Luar, yang Keluar

Because there are people who always feel like an outsider.

Katanya, memiliki teman itu adalah salah satu cara menyenangkan untuk menikmati hidup. Keterikatan dengan mahkluk lain untuk memenuhi kebutuhan kita atas ketentuan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Keluarga yang kita pilih sendiri, begitu biasa caption basi di foto-foto bersama teman yang diunggah di Instagram.

Banyak cara untuk memulai pertemanan, dan menyebutkannya satu per satu selain membuang waktu juga seperti meremehkan, seolah kalian tidak biasa saja dengan cara-cara itu. Selain kesenangan, banyak juga permasalahan yang dimulai pertemanan. Salah satunya, mereka yang selalu merasa seperti orang lain. Continue reading “Di Luar, yang Keluar”