Toko di Sudut Jalan

Pintu depannya tidak menyimpan wajah yang kau rindukan.
Lorong-lorong temat permen-permen tersusun rapi tidak pernah merekam rasa kesukaannya.
Lemari pendinginnya, yang tersusun rapi susu-susu kemasan, tidak pernah membekukan senyuman asing.

Lantainya yang tak lagi baru, tidak pernah mengenali jejak-jejak rapi miliknya.
Ruang itu penuh dengan segala yang kau butuhkan. Segala, selain dia.
Kau keluar dari sana dengan pasrah, segala “kalau saja” jatuh di atas keset berpasir tepat setelah pintunya tertutup di belakang punggungmu.

Tempat itu kembali sepi.
Kau sudah sejak tadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s