Dan Ia Masih Buta

Ia berlabuh dalam buta,
di arang-arang yang menyala.
Sebentar kau nampak, sebentar kau senyap.

Kakinya kelelahan.
Kau merangkulnya berdiri.
Sebentar kau didekap, sebentar kau lenyap.

Menoleh pada tiap dada,
menjenguk bayanganmu di telapaknya.
Sebentar kau kau akrab oleh lembut, sebentar kau kalang kabut.

Dunia berubah merah,
sebelum ia terbakar dan marah.
Sebentar kau lelah, tapi tak juga jengah.

Arang patah-patah.
Ia tetap marah.
Kau hampir lelah.
Dada-dada yang hangat, mendingin.
Bayanganmu menyingkir.
Dunia berubah warna, perlahan.
Aku menemukan sayap transparan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s