Bisakah Kita Memeluk Sebuah Senyuman?

Sejarah panjang takkan mengubah masa depan, dalam beberapa persoalan.
Keyakinan, bisa jadi salah satunya.

Dorongan itu terlalu kuat: untuk melucu.
Hanya agar dia tersenyum.
Wajahnya menyenangkan ketika ia tertawa.

Simpan saja.
Ia mungkin, tak merasa sama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s