Waktu Aku Bermimpi Tenggelam

Lelahku dihinggapi sepi.
Kau serupa cahaya yang tak mau mati: memiliki kehendaknya sendiri, sambil terus menguasai.
Temukan aku di sini, di sebuah kotak yang tak mengenal pagi—aku sedang takut bermimpi.

Rengkuh harapan ringkih, bawa ia pergi meski hanya itu yang aku miliki.
Karena kini, ia hanya berupa kepingan dingin.
Maka bayangkan betapa tanganku mati rasa menungguinya sesuntuk malam.

Kau cahaya, tapi aku nyaris buta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s