Di Pulau yang Berubah

Sekarang pasti sedang sangat tenang. Suara ombak bergerak, beraturan. Bunyi air saling menghantam yang konstan, lembut. Iramanya hampir selalu sama, hingga jeda di antaranya terdengar seperti jarak yang menghidupi. Semakin dekat gulungan air itu dengan pantai, deburnya semakin jelas, pelan berhati-hati.

Berulang, dan dahsyat menghanyutkan.

Udara dingin dari laut berhembus dalam tarian tak kasat mata, bagai tiupan lembut yang menerbangkan bulu mata yang jatuh. Pucuk-pucuk pohon bergerak gemulai dalam gelap. Dingin, namun mengisyaratkan akrab yang terlalu. Begitu hingga bebunyian dari hutan kecilnya di tengah pulau tidak pernah terkesan menakutkan.

Bintang seperti sedang berpesta merayakan sesuatu, semuanya bercahaya. Jika kedipannya adalah satu gerakan dansa, maka mereka sedang pesta besar di atas sana. Mabuk oleh debu-debu yang hidup dalam kecepatan cahaya, menertawakan absurdnya aturan waktu manusia. Dari ujung dermaga, beberapa pasang mata berlomba-lomba menghitung bintang jatuh, di antara mereka mengucapkan permintaan, berpacu sebelum lesatan cahaya itu selamanya mati, menyimpan rahasia harapan orang-orang yang percaya.

*

Sepasang manusia terlelap tenang dalam sebuah rumah panggung yang susunan kayu pada lantainya tak rapat.

Lelaki itu memejamkan matanya, beristirahat di tanah para Penyu mempercayakan anak-anak mereka untuk menetas. Dadanya mengembang, mengempis, pertanda paru-parunya yang bekerja. Di sampingnya terbaring lelap satu-satunya orang yang tidak pernah pergi. Perempuan yang telah ia kenal berpuluh-puluh tahun, yang menemaninya menanam pohon pinus pertama di pulau kecil itu. Dan masih bersama hingga kini.

Cukup lama hingga mereka mampu mengumpulkan kayu bakar dari pepohonan lain yang tumbuh seiring mereka menua. Lebat, mengelilingi rumah mereka bagai pelukan yang paling setia. Meneduhkan siang-siang yang panas, sang sahabat karib pulau-pulau tropis tanah air. Melindungi dari hawa dingin yang berhembus dari laut di waktu-waktu yang tidak terduga.

Semoga mereka selalu sehat agar panjang umur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s