Ternyata Berlalu

Kau memang sedang tidak percaya diri.

Ada masa-masa semacam itu, dimana kau benar-benar memikirkan tentang masa lalu. Memikirkan, bahwa ada masa-masa yang lebih sederhana, dan kau pernah di sana. Masa dimana, kau tahu apa yang kau inginkan, tapi kau tahu kau hanya bisa menunggu. Di masa itu, segala hal membuatmu bersantai, karena memang seharusnya itu yang kau lakukan. Kau mengkhawatirkan hal-hal, yang ternyata tidak seburuk yang kau pikirkan pada saat itu—walaupun pada saat itu, segala kekhawatiran rasanya terlalu ngeri bahkan untuk dipikirkan. Kau berpikir cukup keras, mengetahui bahwa masa itu bukan sesuatu yang bisa kau ulang.

Tapi, mengingat semua itu, bukan berarti kau ingin kembali.

Karena kau harus percaya pada masa depan, dan masa lalu harus selalu diletakkan di tempatnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s