Terima Kasih Telah Berbagi Masa Lalu

Aku menemukan cara melepasmu sepenuhnya.
Kutemukan ia di kaca-kaca jendela yang dilengketi debu sehabis hujan.
Juga di semangkuk kehangatan yang menyimpan cerita bulat-bulat utuh.
Di suatu tempat yang pernah kau kunjungi di ujung dunia.
Ada juga kudapati Ia di bintang paling besar setiap malamnya.
Dan di sebuah keramaian yang tak pernah sepi oleh bebauan yang selalu sama.

Pada lagu-lagu yang entah diciptakan untuk siapa lalu kutafsirkan seenakku.
Dalam kebisuan panjang milik Malam yang tak mudah kuungkapkan.
Ketika langit begitu biru dan ingatanku penuh akan pelangi berwarna coklat.
Di selembar foto dua orang yang tersenyum namun menyimpan resah.
Juga di genggaman tanganku yang merekam tajam yang akrab.

Dua ketukan pada benda kaca yang ditumpuki abu yang berantakan.
Pada dinding-dinding gelap yang menahan punggung-punggung kelelahan.
Di antara janji yang tak ditepati dan janji yang tak pernah ada.

Pada ingatanku tentang kesabaran(nya) dan kelemahan(mu).

Disitu.
Pada itu semua.
Dan di ingatanku yang cacat.

Kau punya tempat yang baik, J.
Tempat yang aku tahu akan kosong begitu saja jika bukan kau yang di sana.
Tapi mimpi tak selalu sama.
Aku tak mampu berhenti di suatu tempat yang pernah sangat kita sukai, bersama.
Karena mimpi tak selalu sama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s