Satu Lagi untuk Dipercaya

Dan kemudian, satu hal menjadi semakin jelas, dan bahwa pelajaran tentang melestarikan dan menjaga sesuatu adalah tentang meneruskan sepanjang mungkin tangan-tangan, untuk meraih sejauh mungkin langkah di masa depan. 

Untuk tidak sepenuhnya melihat kesalahan sebagai mimpi buruk, tapi membalikkan itu menjadi sesuatu yang ketika ditinggalkan, akan membuat setiap kepergian adalah pelajaran tentang keikhlasan.

Sebuah masa yang berakhir dalam lega milik semua orang.

Repeat

1

There is something about an ordinary rainy day. Everything’s seems happening in slow motion. Time moving slower and it’s quiet around, even slower when it’s weekend.

Rainy morning gives you a calm and quiet moment. You don’t have things to do. You can’t go outside, so you just sit there, watch the raindrops from the window. It gives you this relaxing feeling, like everything that you need is in this room. You feel so depressive in a beautiful way. You know the world is not all beautiful and life is not that exciting, but you accept it in the most humble way possible. You know there are so many things out there, but they all feel so out of reach but it’s alright somehow.

You lost track of time, and the world out there disappears.

Because of This Girl who Cried on My Bed on Thursday Morning

I envy her, I envy her even though I laughed inside as she told me why she cried.

But I envy her, especially after she told me why. I envy her ability to cry over negligible reason. I envy that she can put so much weight on herself, but at the same time, know how to drop that burden for a while, through tears. I envy her for letting that bother her enough to cry about it.

I envy the simplicity that she puts into her feelings, crying when she needs to or just to release the unbearable.

Continue reading “Because of This Girl who Cried on My Bed on Thursday Morning”

Dengar Bebunyian yang Kau Kira Tak Bermakna Itu

Dan jangan biarkan hal-hal semacam ini mengganggu, betapapun ia membuatmu bertanya-tanya. Di dalam sebuah mimpi, pelukan itu sedingin udara seusai tsunami. Kukira hanya mimpi buruk, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa kaulah raungan ganas yang mengisyaratkan bahaya.

Ketakutan itu seperti jangkar yang menahan langkah untuk bergerak jauh, melihat sejauh apa jarak nestapa yang akan datang. Ingatan-ingatan bersembunyi dalam lorong-lorong gelap, yang sesekali tersinari cahaya yang memantul dari mana saja. Segalanya sudah berhamburan, saling diam dengan rasa takut yang juga menggigil di sana.

Lagi, menertawakan itu seolah ia tak mengganggu adalah cara bersembunyi. Topeng sesungguhnya adalah teman baik, yang dalam kemunafikannya mencoba menantangmu untuk bertahan sedikit lebih lama. Jangan hancur, tidak binasa, oleh pertanyaan-pertanyaan yang membuatmu ragu melangkah. Pilihan selalu menjawab dengan jelas, apa yang kau dahulukan. Apakah ketenangan batinmu, ataukah kebahagiaan orang lain?

Kau tidak akan berpikir terlalu lama jika kau selalu tahu.